Korea Utara Buka-bukaan soal Status Nuklir Jelang Kunjungan Xi Jinping

Jakarta, Contact Hikaku Indonesia

Pemerintah

Korea Utara

(Korut) secara tegas mengumumkan bahwa status mereka sebagai negara bersenjata nuklir kini telah bersifat absolut dan “tidak dapat diganggu gugat”.

Pernyataan keras ini dirilis tepat satu hari menjelang kunjungan kenegaraan Presiden China, Xi Jinping, ke Pyongyang, ibu kota Korut.

Melansir laporan kantor berita Korea Selatan

Yonhap

yang mengutip media resmi pemerintah Korea Utara, pernyataan sikap tersebut dilontarkan langsung oleh Kim Yo-jong, adik perempuan pemimpin tertinggi Kim Jong-un yang dikenal memiliki pengaruh politik sangat besar di lingkaran elite Pyongyang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dikutip

Anadolu

, Kim Yo-jong menegaskan bahwa program senjata pemusnah massal milik negaranya bukanlah sebuah komoditas politik yang bisa dinegosiasikan.

Melalui pernyataan resminya, ia secara terbuka menolak segala bentuk tekanan dan upaya internasional yang bertujuan untuk memaksa Korea Utara melakukan denuklirisasi.

Langkah berani Korea Utara ini dinilai sebagai manuver politik yang signifikan. Pasalnya, Presiden Xi Jinping dijadwalkan memulai kunjungan kenegaraan selama dua hari ke Pyongyang atas undangan langsung dari Kim Jong-un.

Agenda ini menandai kunjungan pertama Presiden China ke Korea Utara dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir.

Kunjungan diplomatik ini juga dilakukan tak lama setelah Xi Jinping menggelar pertemuan puncak terpisah dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, serta Presiden Rusia di Beijing.

Pasca-pertemuan bilateral tersebut, Gedung Putih sempat merilis pernyataan bahwa Xi Jinping dan Donald Trump sepakat serta berkomitmen penuh pada tujuan bersama, yakni mewujudkan denuklirisasi total di Semenanjung Korea.

Di sisi lain, Pemerintah Beijing memilih untuk tidak mengungkap rincian pembicaraan terkait nuklir tersebut kepada publik. Kementerian Luar Negeri China hanya menyatakan bahwa pihaknya terus bekerja dengan “caranya sendiri” guna mendorong tercapainya penyelesaian politik yang damai terkait isu ketegangan nuklir Korea Utara.

Dengan penegasan sepihak dari Pyongyang ini, posisi diplomatik China diprediksi akan semakin rumit dalam menjembatani kepentingan Barat dan sekutu tradisionalnya di kawasan Asia Timur.

(wiw)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Contact Hikaku]

Baca lagi: DPR, BI, dan Menkeu Gelar Rapat Evaluasi Ekonomi RI di DPR

Baca lagi: 104 Warga Distrik Manggelum Papua Selatan Mengungsi Buntut Teror KKB

Baca lagi: Tips Capsule Wardrobe untuk Liburan, 7 Item Ini Bikin Kamu Tetap Modis

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: