
Jakarta, Contact Hikaku Indonesia
—
Jepang
tengah berupaya membentuk badan intelijen terpusat pertamanya sejak Perang Dunia II berakhir dengan meminta bantuan sejumlah negara Barat.
Dalam beberapa bulan terakhir, para pemimpin Jepang secara diam-diam telah berkonsultasi dengan negara-negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan Jerman mengenai teknologi, perekrutan personel, serta prioritas pengembangan lembaga tersebut. Hal itu terungkap dari sejumlah pejabat Jepang dan negara lain yang membocorkan hal ini ke media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Minggu (12/7),
The New York Times
melaporkan bahwa puluhan mata-mata Rusia telah berpindah ke Jepang dalam beberapa tahun terakhir, seiring negara itu menjadi fokus utama Kremlin untuk memperoleh komponen senjata, mengirimkannya ke Rusia, serta menghindari sanksi internasional.
Para pejabat asing telah memperingatkan Jepang mengenai aktivitas tersebut, namun respons Tokyo dinilai masih lambat.
Selama ini, sistem intelijen Jepang terfragmentasi. Informasi dikumpulkan dan dianalisis secara terpisah oleh pejabat pertahanan, diplomat, kepolisian, dan lembaga lainnya, tanpa adanya mekanisme pertukaran intelijen yang efektif antarlembaga. Para pakar menilai kondisi tersebut membuat Jepang lebih rentan terhadap aksi spionase dan campur tangan asing.
Pembentukan badan intelijen domestik menjadi salah satu pilar utama agenda Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk menghapus berbagai pembatasan di bidang pertahanan dan keamanan yang diberlakukan terhadap Jepang setelah Perang Dunia II. Langkah tersebut dilakukan di tengah ancaman dari China, Rusia, dan Korea Utara yang meningkat.
Takaichi, yang dikenal sebagai pemimpin berhaluan konservatif dan mengusung visi Jepang yang “kuat dan makmur”, sebelumnya telah mencabut larangan ekspor senjata serta mendorong pembangunan militer terbesar Jepang sejak era pascaperang.
Kini, ia ingin memperkuat perlindungan terhadap rahasia negara dan teknologi strategis, sekaligus meningkatkan kemampuan Jepang menghadapi operasi pengaruh asing, terutama yang berasal dari China.
Menurut para peneliti dari Citizen Lab, China dalam beberapa tahun terakhir telah membuat sejumlah situs yang menyamar sebagai media berita berbahasa Jepang untuk menyebarkan disinformasi yang berpihak kepada Beijing.
Andrew Shearer, Duta Besar Australia untuk Jepang yang juga memberikan masukan informal kepada pemerintahan Takaichi, mengatakan para pejabat Jepang merasa kemampuan intelijen negara mereka “seolah-olah membeku selama puluhan tahun.”
“Ini merupakan langkah besar karena perdana menteri menjadikannya sebagai prioritas dan bersedia menginvestasikan modal politiknya agar rencana ini berhasil,” ujarnya.
Mantan Direktur Jenderal Intelijen Nasional Australia dari 2020 hingga Desember tahun lalu itu juga disebut menjadi salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam proses tersebut.
Menurut dua pejabat Australia, ketika Takaichi mengunjungi Canberra pada Mei, ia bahkan menyampaikan apresiasi kepada Perdana Menteri Anthony Albanese karena telah menunjuk seorang duta besar untuk Jepang yang memiliki latar belakang intelijen.
Dapat dukungan penuh AS
Sementara itu,
The New York Times
mengungkap bahwa dalam beberapa bulan terakhir pejabat intelijen AS memberikan masukan bagi Jepang mengenai sistem pertahanan siber dan metode menghadapi spionase industri. Washington juga memberikan saran mengenai pengawasan yang lebih ketat terhadap investasi asing dan aktivitas agen asing di Jepang.
Kepala badan intelijen luar negeri Jerman (BND) baru-baru ini mengunjungi Tokyo untuk membahas pembentukan badan intelijen baru Jepang serta peningkatan kerja sama pertukaran intelijen antara kedua negara.
Sementara itu, Australia memberikan masukan mengenai teknologi, sekaligus strategi agar berbagai kementerian dapat bekerja secara terpadu dan berbagi informasi.
Pemerintah Jepang menolak mengomentari apakah mereka secara khusus meminta bantuan dari negara-negara tersebut. Mereka hanya menyatakan bahwa Jepang “secara rutin menjalin kerja sama erat dengan mitra-mitra di negara terkait.”
(rds/rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Contact Hikaku]
Baca lagi: Keluarga Ungkap Penyebab Resmi Sam Neill Meninggal Dunia
Baca lagi: Ferrari Rilis Mobil Baru SF-26 untuk F1 2026
Baca lagi: Anjasmara Klarifikasi dan Minta Maaf usai Bahas Masa Lalu Rizky Nazar


8 Responses
Wah baru kepikiran soal perspektif ini. Makasih admin udah nulis. Tadi sempet browsing juga dan ternyata https://kldp.org/comment/266386 ngebahas hal yang lumayan mirip.
wijaya88 tempat main slot gacor terpercaya akses langsung wijaya88 login sekarang
Asli, awalnya bingung tapi abis baca ini jadi langsung connect. Eh sekadar sharing, di https://en.wikipedia.org/wiki/Mike_Riley_(cartoonist) juga ada ulasan yang se-tipe dan seru buat nambah referensi.
genting138slot gacor 777 dan slot paling gampang menang
untung88 askes link slot gacor hari ini
Penjelasannya terstruktur rapi dan alur pembahasannya gampang banget dipahami buat orang awam. Mantap abis min! Bagi yang butuh referensi bacaan tambahan, silakan kunjungi https://www.allbiz.com/business/mid-east-market_1G-650-875-7100
Terima kasih banyak atas pencerahannya lewat artikel yang berbobot ini. Keren abis informasinya admin! Sebagai materi pembanding dari sumber berbeda, kemarin saya nemu tulisan bagus di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320134255_htm
Artikelnya ngebantu banget nih buat nambah wawasan, bahasannya rapi dan gampang dimengerti. Buat pelengkap materi, coba deh intip bahasan menarik di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320205630_htm